RSS

Fungsi Al-Qur’an

Standar Kompetensi
- Memahami al-Qur’an dan al-Hadits sebagai pedoman hidup
Kompetensi Dasar
- Menjelaskan pengertian dan fungsi al-Qur’an dan al-Hadits
- Menjelaskan cara-cara memfungsikan al-Qur’an dan al-Hadits
- Menetapkan al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam
Ringkasan Materi
A. Pengertian al-Qur’an
Menurut bahasa, al-Qur’an berarti bacaan atau yang dibaca. Tetapi bacaan di sini berbeda dari bacaan yang lainnya, karena berkaitan dengan wahyu Allah.

Menurut istilah, ada beberapa pengertian al-Qur’an, diantaranya:
1. Menurut az-Zarqoni, al-qur’an adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dari permulaan surah al-Fatihah sampai akhir surah an-Nas.
2. Menurut Abdul Wahab Kholaf, al-Qur’an adalah kalamullah yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang termaktub di dalam mushaf-mushaf yang disalin dengan jalan mutawatir yang membacanya bernilai ibadah.

B. Proses Turunnya al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur dan melalui Malaikat Jibril as. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Asy-syu’ara ayat 193 – 195:

Artinya: “dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-syu’ara ayat 193 – 195)
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan bermacam-macam cara dan keadaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Dari lauh al-Mahfudz ke sama’ ad-dunya secara sekaligus pada malam lailatul qodar, yaitu suatu malam pada bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, karena pada malam itu al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah berfirman dalam QS ad-Dukhon ayat 1 – 3):

Artinya: “Haa miim, Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan, Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS ad-Dukhon ayat 1 – 3)
2. Dari sama’ ad-dunya ke bumi secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun). 10 tahun NabiMuhammad SAW berada di Mekah dan 13 Beliau di Madinah.

Adapun bermacam-macam cara dan keadaan turunnya wahyu al-Qur’an dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Malaikat memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW tidak melihat sesuatu, akan tetapi beliau merasakan adanya sesuatu. Mengenai hal ini Nabi menyatakan, ”ar-Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku”.
2. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga mengetahui dan hafal akan kata-kata itu.
3. Wahyu datang kepada Nabi Muhammad SAW seperti gemerincingnya lonceng. Cara seperti inilah merupakan cara turunnya wahyu yang paling berat ddirasakan oleh beliau, sampai-sampai kening beliau mengeluarkan keringat, sekalipun turunnya di musim dingin.
4. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi tidak berupa orang laki-laki melainkan benar-benar rupanya yang asli.

Hikmah diturunkannya al-Qur’an secara berangsur-angsur antara lain sebagai berikut:
1. Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan.
2. Diantara ayat-ayat ada yang nasikh (menghapus) dan yang mansukh (dihapus) sesuai dengan kemaslahatannya.
3. Turunnya ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan berpengaruh di hati.
4. Memudahkan untuk dihafal.
5. Di antara ayat-ayat ada yang menjadi jawaban atas pertanyaan atau penolakan terhadap suatu pendapat.
6. Untuk membeda-bedakan ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah.

C. Nama-Nama al Qur’an
1. Al-Qur’an القرأن))
Dinamai al qur’an berarti membaca atau bacaan. Kata al qur’an atau yang seasal dengan kata itu disebutkan sebanyak 77 kali di dalam al qur’an. Diantaranya:
Artinya: “Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia.” (QS. Qaaf ayat 1)
2. Al-Furqon الفرقان))
Dinamai al furqon (pembeda)karena al qur’an membedakan antara yang hak dan yang bathil, yang benar dan yang salah.
Di dalam al qur’an banyak dijumpai kata al furqon, diantaranya:

Artinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”(QS al Furqon: 1)
3. Az-Zikr الذكر) )
Dinamai az zikr (peringatan, ingat, mulia) karena al qur’an banyak berisi peringatan, baik peringatan agar manusia tidak berbuat dosa maupun peringatan terhadap yang berbuat dosa. Disebutkan dalam al qur’an sebanyak 267 kali, di antara ayat al qur’an yang menyebutkan az zikr adalah:

Artinya: “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (QS an-Nahl: 44)
4. Al-Kitab الكتاب) )
Dinamai al-kitab yang berarti mengumpulkan, lembaran yang ditulis, ketetapan hukum dan kewajiban. Hal ini disebabkan al qur’an mengumpulkan ayat-ayat dan surah-surah yang tertulis di dalam lembaran-lembaran yang mengandung hukum dan kewajiban-kewajiban dari Allah swt untuk dilaksanakan oleh manusia. Disebutkan sebanyak 230 kali dalam al qur’an, diantaranya:

Artinya: “Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqoroh: 2)
5. At-Tanzil التنزيل) )
Dinamai at-tanzil (turun)karena al qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam al qur’an, kata at-tanzil disebut sebanyak 15 kali, diantaranya dalam QS. Asy-syu’ara:192 – 193:

Artinya: “Dan Sesungguhnya Al Quran Ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta Alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).” (QS. Asy-syu’ara: 192 – 193)
6. Al-Huda الهدى))
Dinamai al huda (petunjuk)dikarenakan al qur’an mengandung banyak petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, agar mereka tetap berada di jalan Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sehingga mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dalam al qur’an, kata al huda disebutkan sebanyak 98 kali, diantaranya dalam QS at Taubah ayat 33:

Artinya: “Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS. At-taubah: 33)

D. Fungsi Diturunkannya al-Qur’an
Al qur’an mempunyai banyak fungsi, diantaranya yang paling pokok adalah sebagai berikut:
1. Sumber pokok ajaran Islam
Al qur’an diturunkan sebagai pokok ajaran Islam, yang mendasari ajaran-ajaran hukum Islam, peraturan atau perundangan, peringatan, bimbingan dan penyadaran dari sikap dan perilaku manusia yang tercela. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nisa: 105:

Artinya: “Sesungguhnya kami Telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang Telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), Karena (membela) orang-orang yang khianat.” (QS. An-Nisa: 105)
2. Peringatan dan pengajaran bagi manusia
Dalam memberikan bimbingan kepada manusia , al qur’an seringnya menjelaskan melalui fakta sejarah, baik yang positif maupun negatif yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu, dengan maksud agar manusia sekarang dapat mengambil pelajaran atau sebagai peringatan baginya. Allah berfirman di dalam QS. Asy-Syura ayat 7:

Artinya: “Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya[1339] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk surga, dan segolongan masuk jahannam.” (QS. Asy-syura: 7)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Ayah dan Gusty C. Kirana said...

maturnuwun pak

Post a Comment

MONGGO KOMENTARIPUN, KANGMAS LAN MBAK AYU

Fish