Thursday, January 26, 2012

Ayat al-Qur’an Tentang Persatuan dan Persaudaraan

Standar kompetensi
- Memahami ayat al-Qur’an tentang persatuan dan persaudaraan
Kompetensi dasar
- Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang persatuan dan kesatuan
- Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang persaudaraan
Ringkasan Materi
A. Ayat al-qur’an dan hadis tentang persatuan dan kesatuan
1. Surat Ali Imron ayat 103 dan 105

   Terjemah
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.

Penjelasan
Di dalam QS. Ali-Imran ayat yang ke-103, Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman supaya berpegang teguh dengan “hablullah”. Yang dimaksud dengan hablullah menurut pengertian Ibnu Abbas ialah agama Allah, yaitu agama Islam. Menurut pendapat yang lain, hablullah berarti kitab suci al-qur’an. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
قَالَ رَسُلُ اللهِ ص.م.: اَلاَ وَاِنِّى تَارِكٌ فِيْكُمْ ثَقَلَيْنِ اَحَدُهُمَا كِتَابُ اللهِ هُوَ حَبْلُ اللهِ مَنِ اتَّبَعَهُ كَانَ عَلَى الهُدَى وَمَنْ تَرَكَهُ كَانَ عَلَى الضَّلاَلَةِ (رواه مسلم)
Artinya: “Rasululloh SAW bersabda: ‘ketahuilah sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu dua timbangan (perbendaharaan), salah satu dari keduanya adalah kitab Allah (al-qur’an) dan dia adalah hablullah, barangsiapa mengikutinya maka senantiasa dia di atas petunjuk, dan orang yang meninggalkan maka dia akan tersesat.” (HR. Muslim)
Ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa ‘hablullah’ maksudnya ‘janji dan kewajiban dari Allah’ seperti disebutkan dalam QS. Ali-Imron: 112 
Artinya: “ Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218], dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu[219] Karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu[220] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (QS. Ali-Imran: 112)

[218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al Quran dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka.
[219] Yakni: ditimpa kehinaan, kerendahan, dan kemurkaan dari Allah.
[220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi-nabi.

Tali perjanjian dengan Allah maksudnya adalah mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tali perjanjian dengan manusia maksudnya adalah hidup rukun dan damai dengan sesama seagama dan membenci sifat berpecah belah.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Allah memerintahkan kaum muslim agar perpegang teguh dengan agama Allah yaitu agama Islam yang bersumberkan al-Qur’an. Allah juga memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bersatu dengan saudaranya seagama dan tidak berpecah belah atau membuat sesuatu yang dapat menimbulkan perpecahan umat Islam. Dengan bersatu umat Islam akan kuat dan kekuatan tersebut akan hilang jika umat Islam bercerai-berai.
Rasululloh juga memerintahkan umat Islam supaya bersatu padu dan jangan bercerai berai, sebagai mana sabda beliau:
اِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثاً وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثاً يَرْضَى لَكُمْ اَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَئاُ, وَاَنْ تَعْصَمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمشيْعاً وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاَنْ تَنَاصَحُوا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ اَمْرَكُمْ وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثاً: قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةُ السُّؤَالِ وَاِضاَعَةُ المَالِ (روه مسلم)
Artinya: “sesungguhnya Allah meridloi kamu dalam tiga perkara, meridloi kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun; kamu berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan tidak bercerai berai; dan kamu mengikhlaskan kecintaanmu terhadap orang yang diberi kekuasaan oleh Allah atau urusanmu. Dia membencimu dalam tiga perkara, yaitu cerita dari mulut ke mulut; terlalu banyak meminta; dan menyia-nyiakan harta”. (HR. Muslim)
Selanjutnya Allah menyuruh orang mukmin mengingat nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka.
Ayat ini turun menceritakan keadaan suku Aus dan Khajraj pada masa jahiliyah. Kedua suku tersebut berasal dari satu nenek. Kemudian terjadi permusuhan dan peperangan di antara kedua kabilah selama 120 tahun. Kemudian setelah nikmat Allah yang berupa agama Islam datang, mereka masuk Islam dan menjadi orang yang bersaudara, saling mencintai dan menolong dalam kebajikan. Sebelum datangnya Islam, mereka benar-benar telah berada di tepi jurang neraka yang disebabkan kekufuran mereka.
Di dalam ayat yang ke-105, Allah memperingatkan kembali supaya umat Islam jangan seperti umat-umat terdahulu yang selalu berselisih, berpecah belah dan bermusuhan serta menuruti hawa nafsu. Perpecahan-perpecahan juga telah terjadi pada ahli kitab, maka Allah memperingatkan jangan sampai umat Islam seperti hal umaat-umat terdahulu yang saling bermusuhan dan berpecah-belah, menyimpang dari ajaran al-Qur’an dan mengada-adakan hal-hal yang baru (bid’ah).

2 comments:

  1. bagaimana kita bisa bahwa suatu metode sangat efektif?

    ReplyDelete

MONGGO KOMENTARIPUN, KANGMAS LAN MBAK AYU